LokaQuest
Kembali ke ensiklopedia

Keris

Keris adalah senjata tikam berbilah asimetris dengan pamor dan bilah yang memiliki makna budaya mendalam.

Mengenal Keris

Keris dibuat oleh empu melalui tempa berlapis dan perawatan khusus. Bentuk bilah, dhapur, dan pamor memiliki nama serta makna. UNESCO mencatat keris Indonesia pada 2008.

Latar budaya

Keris berkembang di Jawa, Bali, Sumatera, dan wilayah lain. Ia terkait dengan kerajaan, adat, dan identitas keluarga.

Konteks sejarah

Perdagangan logam, teknologi tempa, dan pengaruh budaya regional membentuk keris. Nilai ritualnya bertahan meski fungsi praktisnya berkurang.

Makna dan filosofi

Keris dipandang sebagai benda pusaka yang menyimpan doa, sejarah keluarga, dan nilai keberanian.

Ciri khas

Ciri utamanya adalah bilah asimetris, pamor, ganja, dan warangka. Setiap detail memiliki istilah dan aturan.

Fungsi sosial

Keris dipakai dalam upacara, busana adat, dan koleksi museum. Ia menjadi simbol warisan budaya dan identitas.

Praktik dan proses

Perawatan meliputi pembersihan, pemberian minyak, dan penyimpanan yang tepat. Pengetahuan ini diwariskan terbatas.

Upaya pelestarian

Pelestarian dilakukan oleh museum, empu, dan komunitas kolektor. Dokumentasi serta etika perawatan perlu diperluas.

Fakta terdokumentasi

  • UNESCO mencatat Keris Indonesia pada 2008.
  • Bilah keris memiliki bentuk asimetris dan pamor.
  • Keris dirawat dengan pembersihan dan pemberian minyak.
Modul Bahasa Daerah Terkait

Kosakata Bahasa Jawa seputar Keris

Dengarkan pelafalan otentik dan pahami makna kultural istilah daerah yang digunakan.

Jelajahi Bahasa Jawa

Curiga / Dhuwung

/dʊ.wʊŋ/

Sebutan krama kawi untuk Keris pusaka

“Dhuwung punika dados lambang kawicaksanan saha pasedherekan.”

→ Keris tersebut menjadi lambang kebijaksanaan dan persaudaraan.

budayaadvanced

Sumber dan referensi

  1. Indonesian Kris — UNESCO ICH — UNESCOdocumented factBuka sumber

Artikel terkait

Koreksi atau masukan?

Bantu kami menjaga informasi tetap akurat dan menghormati perspektif komunitas.